Senin, 04 November 2019

Kegiatan GP Ansor

Sebagai generasi penerus NU sudah semestinya kita selalu mengingatkan kepada sesama untuk melakukan hal yang baik.
Sebagai pemuda Ansor,haruslah tau apa yang akan dilakukan dikemudian hari untuk mengamalkan ajaran Ahli sunnah wal jama'ah(aswaja).
Sudah seharusnya kita bergerak maju dan berusaha lebih baik memprioritaskan masadepan dan memberi contoh kepada generasi penerus setelah kita yaitu anak cucu kita nanti yang akan menghadapi beratnya beban hidup terutama persaingan dan pengaruh² ajaran islam yang banyak fersinya.
Sebagai generasi muda tak seharusnya selalu monoton memikirkan duniawi saja.Alangkah lebih baiknya mengisi dan mengikuti kegiatan² agama yang bisa menstabilkan hidup beragama kita.
Dengan mengikuti kegiatan keagama'an sebagai kader Ansor kita bisa menambah pengetahuan kita,pengetahuan tentang agama islam,tentang cara mengatasi hal² yang menghambat dan mengganggu ajaran Aswaja yang kita yakini.
Sebagai generasi dan penerus NU,Ansor harus tau aapa yang harus dilakukan untuk menjaga ajaran-ajaran para Ulama pendahulu kita supaya tak tergerus oleh kejamnya zaman dan aliran² radikalisme yang masuk ke dalam negara kita.Yang akhir² ini mencoba merubah tatanan negara dan ideologi bangsa kita (pancasila).
Untuk itu mari kita jaga NKRI dan pancasila indonesia.






Berikut ini pengertian tentang Radikalisme.
Radikalisme ialah opini ataupun pandangan yang menghendaki transformasi dan perbaikan tatanan sosial dan politik dengan cara kekejaman. Radikalisme menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada, ciri-cirinya adalah mereka intoleran atau tidak memiliki toleransi pada golongan yang memiliki pemahaman berbeda di luar golongan mereka, mereka juga cenderung fanatik, eksklusif dan tidak segan menggunakan cara-cara anarkis.

Gerakan radikalisme agama bagaikan musuh dalam selimut. Boleh jadi munculnya gagasan mengubah Islam kedalam negara disebabkan oleh semangat berlebihan tanpa dibarengi pengetahuan agama yang memadai. Berawal dari situ maka munculah klaim kebenaran tunggal untuk menghindari pemahaman lain yang berseberangan. Pandangan yang berbeda atau bersebrangan harus diberangus dan dianggap sesat bahkan kafir. Selanjutnya agama dijadikan dalih terhadap pemahaman literal mereka sehingga tanpa mereka sadari apa yang mereka perjuangkan adalah ideologi mereka dan bukan islam itu sendiri.

Karena itu alasan utama menolak radikalisme agama ialah untuk mengembalikan wajah Islam yang penuh rahmat sekaligus menyelamatkan NKRI dari keterpecah belahan. Islam yang terbuka dan toleran adalah kunci perdamaian di Indonesia.


Acara napak tilas ke makam Ki Ageng Gede Rogo Selo bersama Ansor Banser se Kabupaten Pekalongan.
Acara kirap bersama IPNU & IPPNU desa Babalanlor.
Upacara Hari Santri di lapangan Manggala Krida kec.Kedungwuni.
Ansor Banser di Aula ponpes Kyai Taufiq Wonopringgo.

Jumat, 01 November 2019

Pembai'atan kepada Ansor Banser seKabupaten Pekalongan oleh Romo kyai Taufiq wonopringgo. Manfaat Ansor sebagai organisasi. Organisasi pada dasarnya merupakan suatu tempat di mana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional, sistematis, terkendali, dan memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota dalam organisasi memegang peranan dan fungsi masing-masing, dengan begitu dapat dilihat dengan jelas bagaimana struktur dari kerja sama tersebut. Lalu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari suatu organisasi?  Berikut adalah beberapa manfaat organisasi yang bisa diperoleh bagi kehidupan sosial Mencapai Tujuan yang Diharapkan BersamaTerbentuknya suatu organisasi tentu memiliki suatu tujuan yang berkaitan dengan keinginan para anggotanya. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari berorganisasi adalah tercapainya tujuan tersebut dengan lebih mudah. Mengapa demikian? Karena dalam sebuah organisasi terdapat struktur pembagian kerja serta struktur tata hubungan kerja bagi setiap anggotanya, sehingga meskipun masing-masing  anggota memiliki peran sendiri-sendiri, akan tetapi satu dengan lainnya saling berkaitan, sehingga proses penyelesaian untuk mencapai tujuan tersebut bisa lebih cepat dan mudah. Masalah Dapat TerpecahkanDalam sebuah organisasi, permasalahan adalah hal yang sangat sering terjadi. Entah karena perbedaan pendapat atau permasalahan dalam segi fiskal sebuah kelompok. Pemecahan dari setiap permasalahan yang ada mengajarkan bagaimana harus bersikap dan menyikapi permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat yang lebih kompleks dan majemuk. Menambah Pengetahuan dan WawasanDalam sebuah organisasi, tentu para anggotanya harus terus menunjukkan perkembangan. Hal inilah yang akan membuat anggota sebuah organisasi akan terpacu untuk mengembangkan pola pikir menyesuaikan dengan zaman yang terus berkembang. Selanjutnya, organisasi yang sedang dijalankan tersebut akan semakin menarik dan secara tidak langsung juga akan menambah pengetahuan serta wawasan untuk setiap anggotanya. Timbulnya Semangat KerjasamaMau tidak mau setiap anggota organisasi dituntut untuk ikut serta dalam setiap hal yang berkaitan dengan organisasi tersebut.  Dan dalam setiap hal yang berkaitan dengan orang banyak tentu tidak dapat dibebankan hanya pada satu orang saja, tetapi dibutuhkan kerjasama dari anggota lainnya. Dengan demikian, manfaat organisasi lainnya dapat memacu semangat anggota untuk saling bekerja sama agar tujuan yang hendak mereka capai bisa terwujud. Mengembangkan Kemampuan Public SpeakingBagi sebagian orang, memiliki kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan umum merupakan hal yang tidak mudah, butuh waktu yang lama untuk melatih dirinya agar memiliki kemampuan tersebut. Organisasi merupakan suatu tempat yang tepat bagi seseorang untuk dapat melatih dan mengembangkan kemampuan serta keberanian seseorang terkait public speaking, seperti menyampaikan pendapat, berpidato, dan lain sebagainya. Melatih Jiwa KepemimpinanAda ungkapan yang menyatakan bahwa “setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinan”. Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa setiap orang pasti akan menjadi seorang pemimpin, baik itu bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Organisasi merupakan suatu tempat di mana jiwa kepemimpinan dalam diri kita bisa terasah, yaitu dengan mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Selain itu, dalam suatu organisasi seseorang diajarkan bagaimana cara mengambil keputusan yang bijak dengan tidak merugikan pihak manapun. Membentuk Emotional IntelegentOrganisasi yang dibentuk tidak hanya akan melatih kepribadian kita supaya bisa menjadi lebih baik, namun juga bisa berpengaruh terhadap perkembangan emosi. Organisasi sebagai lingkungan yang baik akan membentuk emosi yang baik juga. Dengan emotional intelegent, maka membuat kita bisa bergaul dan menghadapi berbagai sifat atau karakter orang yang berbeda-beda. Belajar Membagi WaktuWaktu memang sangat penting untuk semua orang, dan setiap orang bisa sukses jika selalu menghargai waktu yang sudah diberikan. Organisasi menjadi tempat yang baik untuk belajar agar bisa menghargai waktu dan juga mengatur jadwal dari kegiatan dalam organisasi tersebut.Manfaat organisasi sangat beragam bagi kehidupan sosial Anda. Dalam sebuah organisasi, tentu dibutuhkan pemikiran yang sistematis dan efisien dalam melakukan berbagai hal termasuk dalam mengatur keuangan. Organisasi juga membutuhkan sistem keuangan yang baik untuk terus menjaga organisasi tetap berjalan dengan baik.

Minggu, 27 Oktober 2019

PENERUS ANSOR Sebagai pemuda dan penerus peninggalan para ulama NU,kita harus bangga dan bersungguh² dalam mensyiarkan ajaran ahli sunnah wal waljama'ah dari guru² kita terdahulu.Kalau kita tau betapa beratnya perjuangan² mereka (ulama) di masa itu.Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.<>Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Lokasi di Masjid Jami' Sumur Jomblang Bogo
Foto bersama anggota GP Ansor Babalanlor di kediaman Ustad Ghufron Faza,Babalanlor.

Kegiatan GP Ansor Babalanlor silaturahmi ke para Tokoh NU di pekalongan.

Sebagai pemuda ansor harus memberikan contoh yang baik kepada generasi selanjutnya

KIRAB PELEPASAN PESERTA DIDIK TK & KB MUSLIMAT NU BABALANLOR